Rumah Ambar
Pemiliknya kembali ke rumah masa kecil setelah dua puluh tahun di luar kota, dan meminta satu hal: rumah ini harus terasa lapang tanpa kehilangan ingatannya.
Kami membongkar sekat ruang tamu dan ruang makan, lalu memasang bukaan setinggi 3,2 meter di sisi utara. Cahaya yang masuk sepanjang hari tidak pernah langsung menyengat — justru memantul lembut ke plafon plester kapur yang sengaja dibiarkan bertekstur.
Material lama tidak dibuang. Kusen jati asli dibersihkan dan dipasang ulang sebagai partisi ruang kerja, sementara terazo lantai lama dipotong menjadi permukaan meja dapur. Sisanya adalah pekerjaan sabar: menyesuaikan tinggi setiap bidang agar mata tidak lelah berpindah.


“Rumah ini tidak menjadi baru. Ia hanya akhirnya bisa bernapas.”
Laras Ardhana · Pemilik

